Mendidik Anak Tanpa Kata
Orangtua haruslah menjadi figur teladan utama dan pertama bagi tumbuh kembang anak dalam upaya membangun karakter yang baik. Menurut pemerhati masalah keluarga Lathifah Husna, pendidikan harus dimulai sejak usia dini. "Dan pihak yang paling bertanggung jawab untuk mendidik, mengasuh dan membesarkan anak-anak menjadi generasi yang tangguh adalah orangtua," tandasnya.
Orangtua adalah pihak yang paling dekat dengan anak sehingga kebiasaan dan segala tingkah laku yang terbentuk dalam keluarga menjadi contoh dan dengan mudah ditiru anak. "Oleh karenanya, sebaiknya orangtua harus sungguh-sungguh memberikan perhatian bagi anak-anak jika ingin melihat mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat dan berkualitas baik dari sisi kecerdasan intelektual maupun dalam sikap dan tingkah laku," katanya.
Diakui, saat ini kondisi sosial masyarakat telah bergeser semakin liberal dan gaya hidup yang berkembang menjadi lebih hedonistik dan materialistik. Selain keberadaan institusi keluarga, seharusnya masyarakat juga dapat menjadi tempat pendidikan bagi anak. Sayangnya kondisi masyarakat dewasa ini belum dapat dijadikan tumpuan bagi pembentukan karakter anak karena justru dari lingkungan di luar keluarga, anak-anak sering kali mendapat perlakuan dan pengaruh yang buruk. Apalagi, pengaruh media cetak dan elektronik yang kini semakin marak memperlihatkan tontonan dan berita yang sarat adegan kekerasan yang memberi dampak buruk pada pola pikir dan sikap anak.
Sementara pemerintah pun tidak tegas menangani permasalahan sosial tersebut sehingga arus gaya hidup yang destruktif sulit dibendung. "Benteng bagi anak adalah keluarga dan orangtua mereka adalah pelindung sekaligus pendidik dalam melahirkan generasi berkualitas," kata Lathifah.
Sumber: http://www.surabayapost.co.id - 20 Januari 2010

