Masih Dibutuhkan 377 Ribu Satuan PAUD

Masih Dibutuhkan 377 Ribu Satuan PAUD

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PAUDNI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Lydia Freyani Hawadi Psikolog, mengatakan, jumlah lembaga PAUD saat ini masih sangat terbatas dibandingkan dengan kebutuhan. Jumlah lembaga PAUD yang dibutuhkan sebanyak 551.779 buah, sedangkan yang ada baru 174.367 lembaga.
 
“Saat ini masih dibutuhkan lembaga PAUD sebanyak 377.000 buah. Kebutuhan satuan PAUD ini dihitung dengan rasio kemampuan daya tampung 25 anak per satuan PAUD,” kata Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tersebut, ketika membuka Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program PAUDNI di Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia DIni Nonformal dan Informal (BP PAUDNI) Regional III, di Makassar, Jumat (21/3/14).
 
Salah cara untuk mempercepat pencapaian jumlah satuan PAUD sesuai kebutuhan adalah, meluncurkan Program Satu Desa Satu PAUD. Melalui program tersebut ada tambahan lembaga PAUD di 2.447 desa.
 
Dirjen PAUDNI menyinggung juga soal kompetensi tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini yang masih didominasi lulusan SMA. Jumlah tenaga pendidik PAUD saat ini, baik formal maupun informal, sebanyak 352.464 orang. Dari jumlah tersebut, yang berlatarbelakang pendidikan SMA sebanyak 81,7 persen. Sisanya berpendidikan SD (0,3 persen), SMP (3,0 persen), D3 (7,3 persen), S1 (7,3 persen), dan S2 sebanyak 0,4 persen.
 
“Ke depan, syarat pendidikan untuk tenaga pendidik PAUD formal minimal S1. Sedangkan tenaga pendidik untuk PAUD informal minimal SMA,” kata Prof Lydia.
 
Rakor diikuti para kepala BPKB dan SKB se wilayah kerja BPPAUDNI Regional III yang meliputi seluruh provinsi di Pulau Sulawesi yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.***

(Sumber Berita: Rusdy Embas)