Untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Sulawesi Selatan, Ikatan Pamong Belajar Indonesia (IPABI) Sulawesi Selatan menyelenggarakan diklat tingkat dasar yang diikuti 40 tenega pendidik PAUD dari empat kabupaten/ kota.
Diklat bagi Tenaga Pendidikan dan Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dinia (PTK PAUD) yang akan berlangsung empat hari, di Aula Kampus Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel itu dibuka Kasubdit PTK PAUD Kemendikbud, Nasruddin, Senin (9/7).
Pembukaan dihadiri Ketua IPABI Sulsel, Alimang dan Ketua Himpunan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Sulawesi Selatan, Andi Besse Marda. Usai Diklat, peserta diharapkan sudah memiliki kualifikasi dan kompetensi sesuai standar sebagai tenaga pendidik dan kependidikan anak usia dini yang profesional.
Kasubdit PTK PAUD Kemendikbud, Nasruddin, saat memberi materi antara lain mengatakan pentingnya guru pendidikan anak usia dini memiliki kualifikasi dan kompetensi yang jelas sebagai salah satu ciri profesionalisme dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Kualifikasi dan kompetensi bagi guru-guru PAUD, menurut Nasruddin sangat penting karena untuk membangun PAUD syaratnya adalah tenaga pendidiknya harus memenuhi standar tenaga pendidik PAUD seperti diatur dalam permendiknas.
“Tugas utama pendidik PAUD adalah membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani anak agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Dan ini harus dipersiapkan oleh tenaga pendidik,” kata Nasruddin.
Salah satu tantangan guru PAUD dalam menjalankan tugasnya menurut Nasruddin adalah harus menguasai bahasa tubuh sehingga komunikasi dengan anak didik bisa berlangsung efektif.
“Saat menyanyikan sebuah lagu misalnya, seorang guru PAUD bisa membawakannya dengan bahasa tubuh yang tepat sehingga peserta didik lebih mudah memahami makna filosofi yang terkandung dalam lagu yang dibawakan,” kata Nasruddin sembari meminta peserta diklat menyanyikan lagu Pelangi-Pelangi.
Makna yang terkandung dalam lagu tersebut, menurut Nasruddin, sangat dalam. Ada nilai-nilai agama yang sangat agung di dalamnya.***
(Sumber Berita: Rusdy Embas)