Mengenakan stelan jas warna gelap. Senyum Syahrul yang terus mengembang, melangkah pasti ke mimbar yang terletak di bagian selatan panggung. Dalam hitungan menit, mengalunlah suara khas Syahrul.
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja-puja bangsa ....
Lagu Indonesia Pusaka itu terus mengalun. Ketika Syahrul mengawali lagu itu, seolah dikomando, langsung diikuti seluruh peserta upacara. Baik yang berdiri di lapangan terbuka di depan panggung, maupun yang berada di atas panggung kehormatan.
Syahrul menghadiri peringatan Hari Aksara Internasional ke-51 yang dirangkaikan dengan Hari Guru Nasional Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, di Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Rabu (23/11/2016).
Usai mengalunkan lagu wajib nasional itu, Syahrul menyatakan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Parepare yang kali ini bertindak sebagai tuan rumah pelaksanaan peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-51 dan Hari Guru Nasional Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2016.
"Jangan pernah meragukan komitmen saya. Termasuk keberpihakan saya pada kesejahteraan guru. Guru harus sejahtera agar fokus mendidik siswa," kata Syahrul dalam sambutannya.
Guru, menurut Syahrul, adalah andalan Sulsel dan harus menjadi pilar. Pendidikan lebih penting sehingga perlu keberpihakan kepada guru. Namun guru juga harus terus meningkatkan kualitas diri dengan cara terus melatih diri.
"Kesejahteraan guru memang belum baik untuk mendorong kinerja guru agar betah berada di sekolah. Perlu upaya maksimal melalui pelatihan. Tetapi guru harus sabar," kata Syahrul.
Ini merupakan momentum penting dalam memajukan dunia pendidikan, kata Syahrul. Dengan pendidikan maka semuanya bisa maju dan mampu menjawab tantangan serta kebutuhan Indonesia di masa datang.
Syahrul menyatakan penghargaan kepada semua pihak yang peduli pada pendidikan. Karena berkat peran serta dan kesadaran yang tinggi dari berbagai pihak, maka pendidikan di daerah ini akan semakin maju.
"Terima kasih kepada penggiat pendidikan dan para pemimpin daerah atas kebijakannya mendorong pendidikan maju dan berkembang. Terima kasih atas upayanya memaksimalkan percepatan penuntasan buta aksara," kata Syahrul.
Mantan Bupati Kabupaten Gowa itu mengajak semua pihak untuk menjadikan peringatan HAI dan Hari Guru ini, sebagai momentum menyatukan tekad bersama agar pendidikan lebih maju sesuai tuntutan dan perkembangan masyarakat.
"Masyarakat sudah memasuki era digital dan guru tidak boleh ketinggalan. Ada saingan guru bernama teknologi," kata Syahrul.
Hal itu dikemukakan Syahrul untuk mengingatkan para guru agar meningkatkan kemampuannya. Alasannya, anak-anak zaman sekarang sudah sangat familiar dengan gadget yang dilengkapi aneka fitur yang memberi sejumlah kemudahan mengakses apa saja yang ingin diketahui pemegangnya, termasuk informasi yang negatif dan paham radikal, tanpa mengenal waktu dan tempat.
"Anak-anak harus dituntun. Guru dan proses pendidikan tidak boleh kalah oleh teknologi. Guru harus membimbing siswanya agar teknologi tidak berpengaruh negatif terhadap anak-anak. Tidak cukup hanya dengan melarang anak-anak menggunakan gadget, tetapi mereka perlu dibimbing dan diarahkan," pesan Syahrul.
Gubernur juga menekankan pentingnya memanfaatkan e-government. Termasuk memudahkan guru mengakses semua informasi dari tempatnya mengajar. Guru tidak boleh gagal paham.
Perubahan era yang menjadi lebih terbuka dan bebas, menurut Syahrul harus disikapi secara bijaksana. Tidak boleh ada kesewenang-wenangan. Guru harus maju, modern, dan mandiri.
Guru maju, modern, dan mandiri, itu menurut Syahrul adalah mereka yang bebas pungli dan bebas dari sogok-mengyogok.***
(Sumber Berita: )