30 Anak Pasir Ipis Putus Sekolah

CIANJUR, (PRLM).- Sejumlah anak warga Kampung Pasir Ipis Desa Sukasari Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur mengalami putus sekolah karena kondisi ekonomi orangtuanya tidak mampu. Penghasilan orang tua mereka sangat minim hanya mengandalkan upah dari pekerjaan sebagai buruh tani dan kerja serabutan.

Informasi yang dihimpun "PRLM", Senin (14/12) menyebutkan jumlah anak disana mengalami putus sekolah diperkirakan ada sekitar 30 orang. Mereka rata rata terhenti saat menginjak kelas dua SD. Banyak faktor yang menjadi penyebab anak anak di kampung tersebut tidak bisa melanjutkan sekolah.

Selain faktor ekonomi orang tua dimana penghasilannya sangat terbatas hanya mengandalkan pendapatan sebagai buruh tani, diperparah dengan jauhnya jarak sekolah dari tempat mereka tinggal. Sekolah terdekat dengan lokasi pemukiman penduduk lebih dari 5 km, ditempuh dengan jalan kaki. Sebab kondisi medan jalannya cukup berat. Kemudian anak anak disana tidak ada yang mendapat Beasiswa Miskin. Kondisi tersebut menyebabkan para orang tua tidak sanggup membiayai sekolah anaknya.

"Jangankan buat biaya sekolah, banyak warga disini untuk memenuhi kebutuhan sehari harinya saja berat. Kami sangat mengharapkan ke pemerintah bisa dibangun jalan, soalnya jalan masih tanah. Kalau sudah diperbaiki paling tidak bisa memperlancar akses warga maupun anak anak yang masih sekolah," kata Adin Ketua RT setempat.

Camat Kadupandak Asep membenarkan bahwa di kampung Pasir Ipis banyak anak anak yang mengalami putus sekolah karena faktor ekonomi. Warga disana mengalami rawan daya beli, khusus untuk penanganan anak putus sekolah pihaknya sudah melakukan inventarisir dan menyampaikan laporan. Malahan pihaknya sudah mengusulkan agar anak anak bisa melanjutkan sekolah melalui program PKK.

"Jadi supaya warga yang belum bisa baca tulis, kami sudah mengusulkan ke pemda diharapkan bisa mengikuti program yang ada di PKK. Tapi belum ada realisasi. Demikian pula dengan anak anak yang putus sekolah," katanya.

Sementara Kabag Keagamaan, pendidikan, pemuda, dan Olahraga Setda Kabupaten Cianjur Dadan Akhmad Muharam mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti hal tersebut. Nantinya penanganan bisa melalui beberapa program, bagi warga yang buta hurup bisa melalui program yang ada di PKK.

Sedangkan siswa usia sekolah sedang dikaji dan diupayakan agar mereka bisa melanjutkan sekolah. "memang kalau buat sekolah, kendalanya jarak ke pemukiman penduduk jauh dan medannya berat. Ini akan menjadi bahasan guna mencari solusinya," ujarnya. (A-116/A-26).***

Sumber: www.pikiran-rakyat.com - 14 Desember 2009

(Sumber Berita: )