Rp 100 Ribu untuk Guru PAUD
Singkawang - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Singkawang berkembang pesat. Hingga tahun 2010, jumlahnya telah mencapai 40 lembaga. Guna mendukung program ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang memberikan bantuan dana Rp 100 ribu bagi setiap guru PAUD.
"40 PAUD itu yang terdaftar. Masih ada beberapa PAUD yang tidak terdaftar," kata Ketua Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kota Singkawang Suzana, beberapa waktu lalu.
Dari jumlah lembaga PAUD tersebut paparnya, sebanyak 133 tenaga pengajar telah terdaftar sebagai tutor atau guru untuk PAUD. "133 guru PAUD itu sesuai dengan data, dan mendapatkan pembinaan dari kita," terangnya.
Sebagai pekerja profesional, sampai saat para guru PAUD mendapatkan sumber pendanaan dari Pemkot Singkawang, pemerintah pusat dan iuran sukarela dari orangtua murid. "Bantuan dari Pemkot itu sebagai dana transportasi," kata Suzana.
Bantuan transportasi sebesar Rp 100 ribu per bulan ini telah dimulai sejak tahun 2009, dan masih berjalan hingga tahun ini. "Kami bersyukur dengan bantuan ini. Walau masih kurang, tapi alhamdulillah," ucap Suzana menyatakan rasa syukurnya.
Tidak hanya uang Rp 100 ribu untuk tenaga pengajar, Pemkot Singkawang melalui Dinas Pendidikan juga memberikan bantuan berupa alat tulis kantor (ATK) dan bahan ajar lainnya. Selain Pemkot Singkawang, bantuan uang transportasi sebesar Rp 100 ribu juga disediakan oleh pemerintahan pusat. Bantuan dari pemerintah pusat itu diterima oleh para tutor setahun sekali.
"Bantuan dari pemerintah pusat juga sejak tahun 2009. Untuk tahun 2010, data sudah kita ajukan ke pusat. Bantuan dari pusat itu dikirimkan ke rekening masing-masing tutor PAUD," katanya.
Suzana melanjutkan, bantuan lain yang diterima para guru adalah iuran dari orangtua murid. Bantuan dari orangtua murid itu tidak dipatok besarannya. Besarnya bantuan sesuai dengan kesepakatan yang diputuskan berdasarkan musyawarah bersama. "Dalam penentuan besarnya iuran, kita tidak membuat patokan, tergantung kesepakatan bersama orangtua," pungkasnya. (oVa)
Sumber: http://www.equator-news.com - 12 April 2010

