Gula Semut dari Mitra

Gula Semut dari Mitra

Berkunjung ke provinsi Sulawesi Utara tepatnya di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) tak ada salahnya bila anda mengunjungi Desa Pangu Kecamatan Ratahan. Di tempat ini terdapat tempat pembuatan/pengolahan Gula Semut atau yang biasa disebut Palm Sugar.
 
Tempatnya terletak di pinggiran pemukiman Penduduk. Saat menuju tempat tersebut anda akan menyusuri jalan setapak yang disepanjang kanan dan kirinya terdapat banyak pohon Nira/Enau yang dimanfaatkan oleh penduduk untuk produksi Gula Semut . Tempat ini bernama U.D Salak Jaya, memulai kegiatan pembuatan gula semut sejak tahun 2009 dan merupakan salah satu binaan SKB Minahasa Tenggara serta pernah mendapat bantuan KWD pada tahun 2010.
 
Berdasarkan informasi dari Narasumber, Bapak Alfons Kountur, S.Pd., "Gula Semut ini cukup laris di pasaran bahkan kabarnya penjualannya lebih laris daripada Gula Batu". Dalam sebulan,tempat ini  dapat memproduksi +/- 125 kilo gula semut, atau bergantung dari berapa banyak jumlah air Nira yang dapat diolah, untuk mendapatkan 1 Kg Gula Semut membutuhkan 10 liter Air nira. Alat yang dipergunakan pun cukup sederhana yaitu sendok besar kayu, setrika kayu, tungku, wajan, ayakan, kayu bakar,dll.  Dalam satu kali proses pembuatan digunakan wajan besar yang dapat menghasilkan 15 Kg Gula Semut serta memakan waktu 8 jam  sehingga menjadi Gula Semut yang siap dipasarkan.
 
Hasil dari Gula Semut ini pun dikemas dalam kemasan plastik yang menarik dan terbagi dalam 3 jenis kemasan yaitu 250 gr seharga Rp.5000, 500 gr seharga Rp.10.000, dan 1 Kg seharga Rp.20.000 yang kemudian dipasarkan ke berbagai tempat termasuk supermarket terkemuka di Provinsi Sulawesi Utara dan sekitarnya.
 
Peminat Gula Semut ini pun cukup banyak karena rasanya yang manis alami sehingga banyak digunakan sebagai bahan pemanis makanan maupun minuman dan juga sehat karena terbuat dari 100% Murni Nira Aren. Diharapkan produksi Gula Semut ini dapat terus meningkat tentunya dengan didukung juga oleh pemerintah.

(Sumber Berita: Muhammad Wildan)