Budidaya Cabe Melalui Program Pendampingan BPPAUDNI

Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (BPPAUDNI) Regional III mengembangkan model budi daya cabe melalui program kelompok pendampingan.
 
Untuk menyempurakan program yang akan digulirkan di Kabupaten Maros itu, tim pengembang program menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti para pengembang dan tim akademisi, di Kampus BPPAUDNI Regiona III, di Makassar, Senin (2/9).
 
Tim Pengembangan, Iwan Dermawan, mengatakan, melalui program tersebut petani cabe akan diajarkan tata cara mengelola usaha dengan manajemen usaha tani.
 
Banyak informasi menarik terkait dengan tata kelola usaha pertanian dalam diskusi tersebut. Petani akan dibina agar tidak hanya sekadar menghasilkan cabe dan langsung dijual karena harganya rentan dipermainkan di tingkat petani.
 
Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat L_Peran, Awaluddin, yang menjadi mitra kerja BPPAUDNI Regional III dalam program tersebut, mengatakan, secara teknis, petani cabe yang menjadi sasaran sudah paham teknik bercocok tanam. Tetapi mereka akan didampingi untuk mengembangkan tata kelola atau manajemen usaha tani. Sehingga kelak, para petani bisa mengolah cabe menjadi lombok botol misalnya.
 
“Kita berharap akan terbentuk kelompok usaha di kalangan petani yang bisa mengolah cabe yang selama ini terbuang menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi. Jika musim hujan tiba, kata petani cabe biasanya merugi. Banyak cabe yang terpaksa dibuang karena rusak. Cara mengolah cabe yang rusak itulah yang akan diajarkan kepada mereka,” kata Awaluddin.***

(Sumber Berita: Rusdy Embas)