Kepung Indonesia dengan Kampung Dongeng

Kepung Indonesia dengan Kampung Dongeng

DUNIA mendongeng menakjubkan. Selain memberi pesan moral bermakna, juga menumbuhkan imajinasi. Oleh: AAN PRANATA, Balaikota

RUANG pola Balaikota tak seperti biasanya, Sabtu, 7 Mei. Meski hari libur kerja, ratusan ibu-ibu sudah berkumpul sekitar pukul 09.00 wita. Mereka peserta pelatihan mendongeng yang digelar Pemkot Makassar memperingati ulang tahun ke-61 Ikatan Guru TK Indonesia-PGRI.

Narasumbernya dari Kampung Dongeng, yayasan yang giat mengembangkan dongeng di masyarakat. Bila sering menemani anak menonton saluran khusus anak di televisi, mudah mengenalinya. Namanya Muhammad Awam Prakoso, cukup dipanggil Kak Awam saja.

Peserta terpukau dengan aksi Kak Awam. Ia sering bertutur dengan gaya berdongeng. Kemampuannya menirukan berbagai macam suara membuat seisi ruangan berdecak kagum. Ada yang terperangah, tak jarang ada yang terpingkal dengan tingkah kak Awam yang kocak.

Kak Awam datang tidak sendiri. Ia bersama tim dan rekannya yang akrab disapa Kak Rey yang juga pemusik pengiring dongeng. Asalnya dari Jeneponto. Bersama Kak Awam, Kak Rey berkeliling nusantara menebarkan dongeng untuk anak bangsa.

Kak Awam berbagi ilmu tentang dongeng kepada 265 guru selama sekitar satu jam. Lebih banyak berbagi pengalamannya mendongeng. Selebihnya, mengajak guru-guru TK membiasakan dongeng untuk anak didik.

Kak Awam mengaku telah akrab dengan anak-anak sejak 1994. Kala itu ia bersama Haddad Alwi mendirikan yayasan khusus untuk membimbing anak-anak. 

Pada 2009, dia mendirikan Kampung Dongeng. "Saya bercita-cita mengepung Indonesia dengan Kampung Dongeng," ujarnya.

Banyak guru khususnya guru TK belum rutin berdongeng, kata dia, karena belum bisa bercerita dengan baik. Permasalahan tidak punya banyak bahan cerita bisa diatasi dengan memilih dari buku cerita yang banyak beredar di pasaran, asal sesuai usia anak.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Mahmud BM mengatakan, dongeng bisa membangkitkan imajinasi dan mengarahkan anak berpikir kreatif.


"Dongeng mengandung informasi pengantar anak memaksimalkan kemampuannya berimajinasi. Lewat dongeng, anak diharap mampu membentuk kembali karakter bangsa yang santun," katanya. (*)

(Sumber Berita: http://www.fajar.co.id)